Hubungan Perkembangan Teknologi dengan Dunia Bisnis


KEVIN APRILIO KURNIAWAN
Ketua HMIK UI 2016


Pandangan Kevin A.K. sangat menarik, berbeda dari yang sebelum-sebelumnya, Kevin memandang perkembangan teknologi dari segi bisnis dan periklanan. Karena basic dari Kevin sendiri yang bekerja dan menggeluti dunia periklanan. Menariknya, Kevin memandang perkembangan teknologi ditengah-tengah antara paham Social Constructive dan Technological Determination, karena dipengaruhi dengan sisi bisnis dan ekonomi yang kental dengan tuntutan pencapaian profit. Membuka wawasan kita lebih luas lagi dalam memandang sebuah perkembangan teknologi, sisi teknologi yang jarang terfikirkan oleh orang-orang.


Menurut Kevin, “Teknologi saat ini perkembangannya sangat masif dan super cepat, semua penciptaan produk teknologi harus dari riset yang jelas, harus dari analisis perilaku konsumen yang jelas dan juga analisis kebutuhan masyarakat, karena sesuatu yang lebih mudah dijual adalah sesuatu yang bisa menjawab kebutuhan sehari-hari masyarakat”. 

Tetapi dilain sisi Kevin juga berpandangan bahwa “Perusahaan-perusahaan teknologi tidak hanya sekedar membuat teknologi yg "dibutuhkan" masyarakat untuk kehidupan yg lebih mudah saja niat awalnya, tetapi mereka juga banyak membuat gimmick teknologi dengan tujuan supaya orang-orang tertarik untuk membeli, sehingga pemanfaatannya belum 100% menjadi efektif karena sebenarnya masyarakat tidak terlalu membutuhkan fitur-fitur teknologi tersebut”. 

Berarti dalam dunia bisnis pada dasarnya, perkembangan teknologi diciptakan sesuai kebutuhan, tetapi akibat tuntutan pencapaian profit yang tinggi, sehingga perkembangan teknologi yang selalu ditingkatkan mutunya tersebut pada akhirnya juga membentuk mindset dan pola hidup masyarakat menjadi konsumtif, yang terkadang kecanggihan teknologi itu tidak terlalu dibutuhkan untuk menunjang kebutuhan primer masyarakat.

Kevin juga memberikan contoh kongkretnya, “Hp yang dimilikinya dari zaman SMA seperti Samsung Note 2 atau 3, sudah memiliki teknologi NFC, untuk pembayaran cashless, tetapi kenyataannya teknologi NFC tersebut tidak terlalu sangat terpakai juga sampai sekarang, karena tidak terlalu efektif juga penggunaannya di Indonesia”.

Masyarakat menjadi mudah konsumtif karena pengemasan teknologi semenarik mungkin sehingga setiap perkembangannya sekecil apapun terkesan sangat penting dan mengubah kehidupan kita. Padahal kita harus tau apa saja kebutuhan kita dan teknologi mana yang sesuai dengan kebutuhan kita. 

Menurut Kevin, “Proteksi paling awal supaya lebih bijak adalah meng-assest terlebih dulu kebutuhan kita dan juga atur skala prioritasnya, setelah itu baru kita riset teknologi2 mana saja yg menjawab prioritas kebutuhan kita”. 

Jangan sampai kita hanya mengikuti trend tetapi kita tidak terlalu paham, atau tidak terlalu membutuhkannya, karena kita menggunakan suatu teknologi memang harus pure sesuai fungsinya. 

“Jika melakukan hal tersebut, hanya akan membuat diri kita sia-sia, dan terlihat konyol” kata Kevin.

Comments

Popular Posts